Aku ini Pujangga Abal-Abal, Tuan
Karya: NYALA FEBRINEATI PRAMONOAku ingin menulis tentangmu
dengan tinta paling abadi,
dengan diksi paling jatuh cinta yang pernah ditemukan manusia.
Sebab rasanya sayang jika lelaki seteduh kamu
hanya hidup sebentar diingatkanku.
Aku akan menulis tentang matamu
yang membuat malam tak lagi terasa menakutkan.
Tentang caramu berbicara
yang terdengar seperti rumah bagi hati yang lelah berkeliaran.
Astaga, lelaki macam apa yang dikirim Tuhan ke bumi ini?
Kadang aku berpikir,
mungkin semesta sedang bercanda ketika
mempertemukanku denganmu.
Barangkali Tuhan pernah mengambil semua
definisi kata “indah” di dunia ini,
lalu mengocoknya di dalam gelas sampai
terbenturan bagai es batu.
Aku sudah menghafal banyak puisi cinta, Tuan.
Namun tak ada satupun diksi yang cukup indah
untuk menjelaskan betapa sempurnanya
cara jagat menciptakanmu.
Dan pada akhirnya,
aku sibuk mendokumentasikan setiap inci eksistensimu,
hingga kertas-kertas ini
lelah menyebut namamu.
Situbondo, 25 Mei 2026