Karya: Raisa Rafania S.Lubis
Kepadamu pangeranku,
Sihir di wajahmu,
Menetap di sepanjang waktuku.
Sejujurnya ku ingin kau tahu,
Bahwa jiwa ini hidup karenamu.
Bagai matahari mencerahi pagi,
Bisikan tawamu menyeliputi diri,
Hingga hati jatuh kembali,
Dengan harapan tak kunjung berhenti.
Saat ku menari,
Kulihat cahaya lain menyinari,
Membuatku sadar,
Diri inilah yang kau hindari.
Ajaib, aku bertahan sampai kini,
Setia ukiranmu berada di deruh nafas ini.
Walau sadar engkau takkan kumiliki,
Namun cinta ini akan terus bernyanyi.
Bahagialah sepenuh hati,
Senyumulah yang abadi bagi diri ini,
Ku hanya sekadar mengagumi,
Tidak harus memiliki dan berani pergi.
Medan, 15 Mei 2026