Satu Salah, Seribu Lupa
Karya: Rohani"Satu Salah, Seribu Lupa"
Dulu, Hani adalah tepuk tangan
di ruang makan ayah dan mama—
anak bungsu yang namanya disimpan
dalam bangga paling lantang.
Namun satu panggung merobek segalanya.
Bahasa Inggrisnya patah,
suarnya gemetar di depan banyak mata;
mereka menertawakan usia yang terlalu muda
untuk disebut hebat.
Seusai presentasi,
ia pulang membawa hina
lebih berat dari piala masa kecilnya.
Hani berhenti kuliah,
tenggelam dalam sunyi yang tak selesai,
hingga pikirannya pecah sendiri
dan keluarganya perlahan lupa:
bahwa dulu ia alasan mereka membusungkan dada.
Ia belajar,
kadang satu lemah
cukup untuk menghapus seribu unggul—
karena dunia terlalu rakus
meminta manusia selalu sempurna.
Bumi-Nya, 27 Mei 2026