Seribu kebaikan yang dilupakan
Karya: Shava Callista SeviaAku pernah menjadi tangan
yang selalu terbuka saat mereka jatuh.
Menemani langkah yang lelah,
menguatkan hati yang nyaris menyerah,
dan tinggal lebih lama
daripada siapa pun yang pernah datang.
Seribu kebaikan kuberikan dalam diam,
tanpa meminta balasan,
tanpa menuntut dianggap ada.
Namun begitulah hati manusia—
mudah melupakan ribuan kebaikan
hanya karena satu kesalahan kecil
yang tak sengaja tercipta.
Semua perhatian mendadak kehilangan makna,
semua ketulusan terasa sia-sia.
Seolah satu luka
lebih besar dari seribu usaha
menjaga mereka tetap bahagia.
Aku belajar dari itu:
bahwa hati manusia mudah berubah,
dan ingatan lebih suka
menyimpan kecewa
daripada mengenang kebaikan.
Kini aku tak lagi sibuk
membuktikan diri pada siapa pun.
Sebab orang yang benar-benar menghargai
tak akan meninggalkan seribu alasan bertahan
hanya karena satu alasan untuk pergi.
Bekasi, 29 Mei 2026