Karya: Silvah khoeruzakiah
Aku mengenalmu
sebatas tatap yang singgah sebentar
seperti senja yang mampir
lalu hilang sebelum sempat ku genggam.
Pada matamu yang sendu,
Sleepy eyes yang tampak dingin,
Tapi anehnya, aku menemukan tenang.
Sejak itu,
Namamu tinggal di kepalaku,
Seperti aroma parfum yang sulit dilupakan.
Aku mulai terbiasa mencarimu
di jam-jam tertentu,
di tempat yang sering kau datangi,
hanya demi memastikan
bahwa hari ini aku masih bisa melihatmu.
Lucunya,
Aku juga menjadi penonton kecil
di setiap story Instagram-mu,
Seperti bulan
yang setia memperhatikan laut
meski tak pernah bisa menyentuhnya.
Kita memang tidak dekat,
bahkan kau tidak pernah menyadari keberadaan ku.
Aku ingin percaya beberapa orang hanya di ciptakan untuk dikagumi,
Bukan untuk dimiliki.
Tasikmalaya, 20 Mei 2026