Karya: Siti Saqilah
Kamu pernah bilang, diriku seperti bunga yang kamu inginkan, perkataanmu membuat hatiku tersentuh.
Namun sekarang aku tidak ingin menjadi bunga, dikarenakan omongan tersebut hanya manis namun menusuk hati. Keadaan firasatku ini tak bisa dijelaskan.
Semua kenangan ini akan terlupakan dikarenakan keegoisnya itu. Aku harus pergi menjauh pada dirinya, saat ini aku hanya tertinggal penyesalan pada masa
lalu itu.
Sekarang bunga yang ia banggakan telah layu dan mencampur dengan tanah, aku tak ingin mengungkitnya lagi aku hanya mau sembuh dari luka yang sangat dalam.
Kota Bima, 21 Mei 2026