Lelaki yang Kukagumi
Karya: Thalita Eka SyabaniaHatiku selalu tertuju pada lelaki yang memiliki mata teduh itu.
Bukan hanya hati, tetapi juga rencana Tuhan yang selalu tertuju padanya.
Dan aku mengaguminya dalam diam.
Tapi di balik itu terdapat doaku yang selalu menyebut namanya.
Aku selalu merayu Tuhan untuknya dalam keheningan malam.
Abadi, sepertinya namanya akan abadi.
Baik dalam doa, maupun aksara yang kugoreskan setiap merasakan rindu yang membuncah.
Sayangnya, pertemuan itu cukup singkat.
Dan hanya sebuah takdir yang bisa mempertemukan dua insan ini.
Mengaguminya bukan hanya belajar tentang ketulusan, cinta, dan doa, tetapi juga belajar tentang ikhlas.
Itulah cinta yang sesungguhnya, bukan?
Ikhlas bukan hanya sekadar kata.
Tetapi juga wujud cinta yang paling nyata.
Jawa Tengah, 24 Mei 2026