Aku yang Menunggu di Garis Awal
Karya: Ulima SaraswatiAku pernah menjadi rumah
Untuk lelahmu sebelum seragam itu ada di badanmu,
Aku ada di setiap takut dan gagalmu,
Di dalam doa yang diam-diam selalu menyebut namamu.
Dulu kau selalu bertanya tentang hati,
Membuatku seakan percaya kita sampai menjadi satu,
Aku yang menemanimu dari Langkah pertama,
Saat dunia belum melihat ke arahmu.
Namun setelah mimpimmu tercapai,
Kau bahkan berkata kita hanya teman
Melupakan semua yang pernah kita lakukan bersama,
Kau yang menghancurkan semua angan dan harapan.
Kini ada perempuan lain di sisimu,
Menggantikan tempat yang dulu kau janjikan untukku,
Sedangkan aku hanya menjadi kenangan,
Batu pijakan yang kau lupakan setelah sampai tujuanmu.
Surakarta, 16 Mei 2026