Karya: Videliana Aprilia Ulahayanan
Di lorong senja yang basah oleh sisa hujan,
aku menemukan namamu gugur perlahan
dari dinding ingatan yang mulai rapuh.
Waktu berjalan seperti penziarah tua,
membawa kantung penuh kehilangan
dan menaburkan sunyi pada halaman hidupku.
Pernah ada musim ketika tawamu
menjelma cahaya kecil di mataku,
namun kini segala gema itu
hanyut bersama arus hari yang tak menoleh.
Aku mencoba memungut kembali jejak-jejakmu,
tetapi waktu telah lebih dahulu
menghapusnya dengan tangan yang dingin.
Kini hanya tersisa debu kenangan
yang beterbangan di ruang batin paling sepi.
Aku berdiri di antara lupa dan duka,
menyaksikan riwayat kita perlahan lenyap,
seperti daun-daun tua
yang jatuh tanpa sempat mengucap salam perpisahan.
Langgur, 13 Mei 2026