Karya: Viska Yuliasari
Dalam diam, aku menggores tinta.
Meninggalkan tato ingatan yang tak pernah sirna.
Bersemayam damai di relung jiwa,
Menjadi kenangan manis yang terpatri dalam sukma.
Aku selalu ada,
Menelisik setiap jengkal lorong waktu yang dijelajah.
Dalam riuh tawa, maupun pekatnya duka,
Hadirku adalah perban paling tulus membalut luka.
Rasaku menjadi lara.
Bak pena bocor terhimpit kata,
Menodai halaman-halaman berharga.
Membuat gamang, antara semesta atau rela...
Bait-bait hati kubuka.
Rasa yang hanya terbang bebas mengudara,
Bak sayap rapuh yang mengangkasa.
Hanya berputar tanpa janji semesta.
Diantara riuh kerumunan,
Perasaanku berhamburan memenuhi lorong hampa.
Menemukan bayang familiar yang kusuka.
Perasaan ini hanya sekadar “mengagumi"" belaka.
Seperti hujan sesaat pada kemarau yang buta.
Pekalongan, 21 Mei 2026