Karya: Wixa Wahyu Nurpratama
Ku tulis beribu-ribu pesan untukmu,
Namun tidak ada satupun yang terbalas.
Berbagai bunga yang terindah dariku,
Kau membiarkannya untuk menjadi layu.
Jejak langkahmu yang semakin lama terus menjauh,
Kini tidak akan pernah mampu lagi untuk terkejar.
Tangan yang dulu pernah kau genggam dengan sangat erat,
Perlahan-lahan kau mulai ingin melepasnya.
Catatan takdir yang sudah tersusun rapi,
Tidak akan pernah untuk terhapus.
Ketika kenyataan pahit sudah tersirat,
Ketulusan di dalam hasrat ternodai perselingkuhanmu.
Pacitan,16 Mei 2026