Ketika Ingatan Kehabisan Tempat
Karya: ANIK WIJAYANTI, S.E.Mula-mula yang hilang bukan wajahku,
melainkan cara orang menyebutnya;
namaku tanggal satu huruf tiap tahun,
seperti cat tua dari pintu yang tak lagi diketuk.
Huruf-huruf yang tersisa berderak pelan,
menggantung pada papan nama yang memutih;
menunggu langkah yang pernah mengenalnya,
sementara semak merambat menelan arah.
Lalu namaku menjadi bunyi yang pincang—
setengah tercekat, setengah hanyut;
seperti lagu lama dari radio yang berdesis,
bergetar di dada, patah di ujung lidah.
Namun lupa tak pernah benar-benar menang;
selalu ada serpih yang lolos dari sisirannya.
Satu suku kata bersembunyi di kerongkongan malam,
membara kecil di bawah runtuhan sebutan.
Kini yang hilang bukan keberadaanku,
melainkan jalan yang pernah menuju padaku.
Dan saat huruf terakhir gugur dari namaku,
barulah pelupaan belajar menyebut wajahku.
Malang, 4 Juni 2026