Annisa Alya - Pematik Asa (LCP 46)

📅 02 Juni 👁 Memuat...

Pematik Asa

Karya: Annisa Alya


Netraku terpejam, terbuai silir angin.
Sinar lembayung memendarkan keelokannya.
Seakan sengaja menjeratku agar terpikat.
Senyum simpul terukir di wajahku.
Teringat sosok bersahaja dengan pikatnya, membuatku mengagumi dari balik sekat jarak,
Sembari dalam hening menjadikannya lentera penyemangatku.

Di tengah huru-hara buana, kutemukan ketenangan dalam dirinya,
Pada sanubari yang hangat lagi jenaka,
Yang memilih berdiri kokoh pada jalan Tuhan-nya meski orang-orang seusianya berkeliaran berlari dengan liar.
Tangannya yang ringan memapar asa,
jiwanya ranum dan berlapang dada,
Teguh pada pendiriannya.
Raganya yang selalu ia tempa menjadi baja,
Tak peduli oleh peluh yang runtuh.
Sebab...
Ia ingin memahat takdir yang gemilang.

Kala ia menapaki jalannya dengan sisi paling benderang, dalam ketidaktahuannya, di sudut sunyi ini aku pun meniti langkah serupa atas asihan kuas-Nya.


Palu, 31 Mei 2026