Pelukan yang Tak Kunjung Pulang
Karya: Arif Dwi PurwantoPelukan yang Tak Kunjung Pulang
Ayahku pulang seperti gerhana bulan,
singgah sebentar lalu menghilang.
Ibu beranjak bersama fajar,
kembali saat matahari mulai tertidur.
Rumah terasa sunyi senyap,
dinding-dinding membisu tanpa cerita.
Aku merenung dalam kerinduan
pada kasih sayang yang terlupakan.
Pelukan hangat itu semakin pudar,
hanya tersisa dalam khayalan.
Seakan terlupa seorang anak
yang dahulu begitu diidamkan.
Namun, keyakinan akan terus ada
tentang cinta dan kasih sayang.
Mungkin masih terpendam dalam bayangan,
akan tampak seiring berputarnya waktu.
Sebab cinta orang tua akan tetap ada
di balik hati dan di dalam jiwa.
Aku akan terus menanti
pelukan hangat yang pulang bersama kerinduan.
Madiun, 31 Mei 2026