Rembulan di Tengah Riuh
Karya: Arina ManasikanaDi antara hiruk-pikuk dunia dan sekian banyak sosok yang silih berganti melintas dalam hidupku, kau hadir bagai rembulan tenang di malam yang sunyi. Kehadiranmu bukan sekadar visual, melainkan ketenangan yang meredakan riuh di kepala. Senyumanmu indah, suaramu mengalun lembut, menyentuh jiwa yang lelah.
Semakin lama, kusadari bahwa daya pikatmu bukan hanya pada rupa. Di balik langkah penuh pencapaian, ada hati yang tetap teduh. Di balik nama yang dikenal luas, ada kerendahan hati yang tak pernah sibuk meninggikan diri. Kau adalah kehadiran langka di tengah ego yang kerap menguasai semesta.
Kau mengajarkanku bahwa cahaya sejati tak lahir dari gemerlap palsu. Ia tumbuh dari ketulusan yang dijaga diam-diam, kebaikan yang memberi tanpa meminta pujian. Mungkin karena itulah, di antara semua singgahan, namamu menetap paling lekat. Tanpa kusadari, rasa itu berakar kuat, tumbuh menjadi kekaguman murni yang tak pernah kehilangan alasannya, abadi dalam ingatan.
Depok, 30 Mei 2026