Daun Terakhir di Penghujung Musim
Karya: Arya (Farid Adiel Arya Satya)Aku menanti seperti daun terakhir di penghujung musim,
bertahan pada ranting yang kian rapuh.
Menyimpan harap di antara desir waktu,
meski tahu takdir mungkin tak pernah berpihak.
Kutitipkan namamu pada angin yang berlalu,
berharap semesta menyampaikan apa yang tak mampu bibir ini ucapkan.
Namun musim demi musim berganti,
dan langit tetap menyimpan rahasianya dalam diam.
Lalu aku mengerti,
bahwa tidak setiap kehilangan adalah luka.
Ada yang sengaja dijauhkan agar manusia belajar melepaskan,
sebab tangan yang sibuk menggenggam masa lalu
tak akan pernah siap menyambut masa depan.
Maka kubiarkan harap itu jatuh seperti daun ke bumi,
bukan karena ia tak berarti,
melainkan karena setiap yang tumbuh
memiliki waktunya sendiri untuk kembali.
Pada akhirnya, kusadari,
kedewasaan bukanlah tentang memperoleh segala yang diinginkan hati,
melainkan tentang tetap bersyukur
meski harus merelakan yang paling ingin dimiliki.
Yogyakarta, 24 Juni 2026