Disebut Sia Sia
Karya: Aulya Nisa MaulidaSeringkali di kelamnya malam,
pikiran ku menari-nari
menyusun harap tak pasti
tak pernah mencoba nyata
dan pastinya akan sia sia
Angin enggan menyampaikan,
tidak pula ia tahu
harapan hanya bersarang pada benak kreatif kita
tak satupun tersampaikan niatnya
Barangkali pendar bulan lebih berjasa daripada angin
lalu merangkap isi kepala dan mengatakannya pada dunia
lalu ingat bahwa ia bukan kita
dunia tetap tak akan tahu bahwa angan butuh di usahakan
Setiap gulita harapan lain selalu berdesakan keluar
lalu melebur perlahan
ia tak pernah tau
lagi, tuannya tak sudi mengusahakan
Sekali lagi, ini disebut sia sia.
Salatiga, 30 Juni 2026