Gema Sunyi di Ujung Angan
Karya: Azka Zulfa ArdianDi lengang malam yang kian mendingin, aku merajut segumpal harapan di keheningan angan tebal.
Tentang rentetan tanya yang ingin segera kukirimkan, namun segalanya tertahan, membeku pasrah di ujung lisan.
Waktu terus melangkah maju tanpa pernah mau menunggu, menyisakan sesak teramat dalam yang kian hebat membelenggu.
Ingin rasanya untaian rindu ini tulus tersampaikan, agar jiwaku yang letih tak lagi terus dirundung beban.
Kini, seluruh lembaran cerita terpaksa harus kusimpan rapat, menjadi rahasia paling sunyi yang takkan pernah kau dapati.
Biar saja doa tulus ini terbang menuju langit luas, membawa damai abadi di tengah sisa asa yang kandas.
Meski begitu, di relung kalbu yang paling dalam, nama serta bayangmu tetap abadi tersimpan rapi selalu.
Menjadi bagian terindah dari kisah lama yang tak pernah usai, walau pelukmu takkan pernah lagi bisa kembali kuraih.
Yogyakarta, 30 juni 2026