Jawaban Takdir
Karya: Cantika PutriAku pernah mengetuk pintu yang paling kuinginkan,
menitipkan harap pada kampus yang kusebut impian.
Kubayangkan aku memakai almamater biru itu lalu berjalan jalan di kampus impianku itu,
bersama mimpi yang disusun sejak lama.
Namun, langit memilih jalan yang berbeda.
Pintu itu tetap tertutup,
dan air mata sempat bertanya,
"Mengapa bukan di sana?"
Lalu takdir membawaku
ke kampus yang bahkan tak pernah ada di impian
Yang hanya datang di daftar angan-angan.
Tempat yang dahulu terasa asing,
kini perlahan menjadi rumah bagi perjuangan.
Di setiap ruang kelas,
aku belajar bahwa ilmu tak memilih nama kampus.
Di setiap tugas dan ujian,
aku mengerti bahwa masa depan dibangun oleh usaha,
bukan sekadar almamater biasa.
Kini aku tahu,
barangkali doaku bukan ditolak,
melainkan dijawab dengan cara yang tak ku pahami.
Sebab di kampus yang tak pernah kuduga ini,
aku menemukan teman, pengalaman, dan harapan baru.
Aku tumbuh menjadi mahasiswi
yang lebih kuat versi diriku sendiri.
Ya Allah,
terima kasih karena telah mengajarkanku
bahwa doa yang terjawab
tidak selalu datang dalam bentuk yang kuinginkan,
tetapi selalu datang
dalam bentuk yang paling ku butuhkan.
Hari ini aku melangkah tanpa lagi menyesali masa lalu.
Karena kini aku percaya,
di mana pun engkau menempatkan ku,
di sanalah impianku,
dan di sanalah aku akan berjuang
Dan menjadi versi terbaik dari diriku.
Riau, Selatpanjang, 29 Juni 2026