Sepotong biskuit gabin untukmu
Karya: Carisa hairani putriTak tahu sejak kapan,
namamu tersirat paling terang
di antara gemuruh petir yang berdatangan.
Kau hadir seperti sepotong gabin di meja kayu,
sederhana dan biasa,
namun selalu kucari saat hari terasa hambar.
Kau tak perlu menjadi mentari,
sebab senyummu saja
sudah cukup menerangi pagi,
bahkan ketika langit enggan berbagi cahaya.
Dan bila suatu hari
hujan datang lebih dulu dari kabar,
aku tetap menyimpan namamu
seperti remah gabin terakhir
yang enggan kubuang,
sebab dalam hal-hal kecil sepertimu,
aku menemukan alasan untuk riang.
Tebo jambi, 02 juni 2026