Benih di Balik Air Mata
Karya: Devi sintia arifinDi bawah langit yang sempat menyimpan mendung,
Kini cahayamu menyelinap, lembut dan agung.
Apa yang dahulu hanya bisikan dalam gelap,
Kini menjelma nyata, memeluk jiwa yang lelap.
Langkah kaki yang sempat ragu di persimpangan,
Kini menemukan jalan dalam terang harapan.
Bukan sekadar kebetulan yang datang tiba-tiba,
Tapi simpul doa yang terurai, menyembuhkan luka.
Tangan-Mu tak pernah lepas di tengah badai,
Menuntun doa yang pecah, menjadi utuh dan damai.
Kini kutahu, setiap tetes air mata yang jatuh,
Adalah benih yang Kau siram, hingga mekar tersentuh.
Tak ada lagi tanya tentang waktu yang tertunda,
Sebab dalam jawaban-Mu, ada rindu yang terjeda.
Doa yang terucap di sunyi sepertiga malam,
Kini benderang, menepi di pelabuhan tentram.
25 juni 2026