Amplop Tanpa Perangko
Karya: Elvira TurnipNamamu sudah kutulis berkali-kali
di kertas yang berbeda,
dengan pena yang sama,
dengan tangan yang tidak pernah berani mengetuk.
Harap itu lucu.
Ia tidak pernah meminta izin untuk tumbuh,
tapi selalu minta maaf ketika layu.
Aku belajar banyak dari jendela yang tidak kau buka:
bahwa diam bisa menjadi jawaban,
dan jawaban bisa menjadi kubur
bagi semua yang belum sempat dikatakan.
Suatu malam aku bermimpi
kau membaca suratku,
lalu melipatnya kembali
dengan hati-hati,
seperti sesuatu yang ingin kau simpan
tapi tidak tahu di mana.
Aku terbangun.
Amplop itu masih di laci,
belum berpindah,
dan aku masih di sini,
belajar cara hidup
dengan sesuatu yang tidak pernah pergi
tapi juga tidak pernah tiba.
Kabupaten Simalungun, 23 Juni 2026