Sebelum Senja Benar-Benar Pergi
Karya: Endah IrawatiPada runtuhan senja yang paling ungu
Aku mengeja hadirmu sebagai siluet yang meragu
Kamu adalah riak lembut di atas telaga sepi
Mengguncang tenangku, tanpa pernah berniat menepi
Aku mengagumimu seperti bumi memandangi bindang
Menikmati cahayamu di malam yang tenang
Tak perlu menggenggam, tak perlu memiliki
Melihatmu bersinar sudah cukup menenangkan hati
Aku tak meminta angin menyampakan pesan
Pun tak menuntut malam memberikan balasan
Mengagumimu adalah seni melukai hati
Namun itulah caraku mencintai
Aku masih di sini
Memuji keindahan senja tanpa henti
Menunggu jingga jatuh dengan hati-hati
Seperti rinduku yang tenggelam bersama sepi
Terkadang sesuatu yang paling di cinta
Justru yang paling membuat menderita
Karena hati selalu tahu cara berharap
Meski akhirnya hanya dipeluk kecewa
Terima kasih telah hadir
Meski akhirnya kau hanya menjadi
Bagian indah yang singgah sebentar
Lalu pergi meninggalkan rindu yang tak benar-benar usai
Sumedang, 31 Mei 2026