Aku, yang Terlupakan
Karya: Farrah Aulia RahmatAngin sore terasa dingin,
Aku hanya bisa merenung,
Menyadari satu hal yang perih,
Aku bukan lagi tempatmu pulang.
Melihat senyummu yang baru,
Namun bukan karena diriku,
Membuatku sadar begitu cepat,
Senyumanmu telah berganti.
Bukan benci yang kurasakan,
Hanya sepi yang kau tinggalkan,
Belajar terbiasa tanpa hadirmu,
Di dalam hari-hariku yang baru.
Nyatanya perih yang dirasa,
Bukan saat melihatmu pergi,
Melainkan proses terlupakannya “kita”,
Semua kenangan tersisa runtuhan.
Kamu sudah jauh melangkah,
Menulis cerita di lembaran baru,
Sementara aku masih di sini,
Hanya bisa menghapus jejak tersisa.
Lamunan membuatku bertanya,
Apakah genggaman di sana lebih hangat?
Biarkan aku bertanya,
Apakah dengannya, kamu lebih bahagia?
Bekasi, 2 Juni 2026