Halaman yang Tak Lagi Dibaca
Karya: febrianiDi sudut malam yang diam,
aku menyimpan suara-suara lama
yang perlahan kehilangan nama.
Ada jejak yang dulu begitu berarti,
namun waktu mengajarkan
bahwa tidak semua yang singgah
akan memilih menetap.
Aku pernah menjadi halaman
yang sering dibaca,
lalu berubah menjadi lembar usang
yang tertinggal di antara debu.
Terlupakan—
barangkali bukan tentang menghilang,
melainkan belajar menerima
bahwa kenangan pun
punya caranya sendiri
untuk berpamitan.
Dan aku,
tetap berdiri di antara sunyi,
menjadi seseorang
yang akhirnya terbiasa
tidak dicari lagi.
garut, 31 mei 2026