Herudiansyah - Menjahit Titik di Ujung Doa (LCP 47)

📅 27 Juni 👁 Memuat...

Menjahit Titik di Ujung Doa

Karya: Herudiansyah


Di asmaraloka ini,
ia menengadah pilu kepada Sang Pencipta.
Mengangkat tinggi tangannya,
berharap badai yang kusut masai segera reda.

​Bisik ririh dikubur dalam sujud,
merajut pinta yang diterbangkan angin sunyi.
Namun, Tuhan memberinya dandanan badai yang menari,
menempanya di balik rerimbunan duri yang tajam.

​"Tuhan, ringankan setiap langkahku."
Air mata mengalir deras, namun jemarinya mengepal.
Raga itu berkali-kali jatuh membentur batu,
namun jiwanya menolak berselisih dengan takdir.

​Sejak hari itu, ia berhenti mengeluh.
Lentera di dadanya kini telah ia beri nyawa,
memaksa bayang ketakutan menari telanjang
di dinding malam yang pelan-pelan meredam.

​Menjahit duka dalam sembilu pada petala terdalam,
melewati berbagai lorong kesembilan yang kelam,
hingga tak ada lagi air mata yang perlu ia tumpahkan.

​Pada akhirnya, ia hanya perlu menutup buku itu.
"Anugerah-Mu sungguh indah," bisiknya teduh,
sambil tersenyum menatap pohon yang mulai berbunga di dalam hati.


Bulungan, 26 juni 2026