Riak Rahasia
Karya: Hilman Pua MbeyRiuh di dada bergemuruh reda, ingin menyapa namun tak berdaya. Langkah bertahan di batas angan, menyimpan harap yang tak tersampaikan.
Matamu menatap tanpa sempat menangkap, ada ribuan kata yang sengaja ku engap. Aku adalah bayang yang tak kau sadari gaduhnya, mengagumi binar caramu mengejar dunia.
Kau berlalu membawa separuh rindu,
Meninggalkan aku bersama sunyi yang kaku. Menghitung jarak yang kian tak bertepi, antara hadirmu dan hilangnya sang mimpi.
Bukan tak mau menyuarakan rasa,
Hanya takut merusak indah yang ada. Sebab memilikimu mungkin fana,
Namun mengagumimu adalah keabadian yang paling nyata.
Kini ku bawa pulang segala angan,
Menitipkan perih pada sudut kenangan.
Biar semesta yang menyisir lukaku secara perlahan, saat merelakanmu menjadi seindah indah kehilangan.
Biarlah doa menjadi jembatan rahasia,
Menjaga namamu dalam diam yang selamanya.
Makassar, 24 Juni 2026