Memori yang Tenggelam
Karya: Ismail PahriRicuh riuh suara anak-anak tertawa,
Mereka bermain dan melukis gambar yang unik.
Aku duduk dan mulai membuka mata,
Yang kulihat hanya seorang gadis kecil yang cantik.
Rambut hitam panjang yang menawan,
Senyum manis dan lucu membuatku senang.
Suara lembut yang mengajakku berkenalan,
"Hai, nama kamu siapa? Kita bisa jadi teman, kan?"
Ibarat diguyur air, langsung dimasukkan ke dalam kulkas,
Aku membeku, entah apa yang harus kulakukan.
Tanganku diambil untuk bersalaman,
"Sekarang kita teman, ya," ujar gadis kecil itu.
Hati yang bergetar setiap hari,
Rasa senang yang memenuhi isi hati.
Bermain dan tertawa tanpa henti,
Itu adalah rutinitasku dengan si gadis kecil.
Samar-samar doa mulai terdengar,
Ruang yang gelap sedikit demi sedikit menjadi terang.
"Alhamdulillah, Nak..." ujar ibuku disertai tangisan yang membanjiri kasurku,
Dan aku pun terbangun dari koma.
Garut, 5 juni 2026