Isnaeni Ananda - halaman dua puluh tiga (LCP 47)

📅 26 Juni 👁 Memuat...

halaman dua puluh tiga

Karya: Isnaeni Ananda


Aku masih menyimpan namamu
di halaman dua puluh tiga,
pada buku yang tak pernah selesai kubaca.
Waktu menguningkan kertas,
memudarkan tinta,
namun tidak beberapa nama.
Mereka menetap diam-diam,
seperti paku kecil di balik dinding.
Dulu kukira cinta adalah keberanian.
Karena itu kusimpan kata-kata
yang tak pernah menemukan suaranya.
Aku menunggu waktu yang tepat,
tetapi ia selalu datang terlambat.
Orang-orang mengira
kesedihan terbesar adalah penolakan.
Padahal bukan.
Kesedihan terbesar adalah menyadari
tak ada yang salah,
tak ada perpisahan,
karena kisah itu tak pernah dimulai.
Kini aku tak lagi bertanya tentang kemungkinan.
Aku hanya sesekali kembali
pada harap yang tak tersampaikan
sebuah rumah bagi kehidupan
yang tak pernah terjadi,
namun tetap kurindukan.


Makassar, 24 Juni 2026