Peron tanpa kedatangan
Karya: Janeeta Adiva UtomoAku berdiri di antara pesan yang tak dibalas
dan harapan yang tak pernah kau jelaskan.
Jam di dinding lebih jujur darimu—
ia terus bergerak,
sementara kau memilih diam.
Katamu, kita berbeda dari yang lain.
Aku menggenggam kata “mungkin”
seperti anak kecil memeluk boneka terakhirnya—
tak yakin, namun takut kehilangan.
Aku bukan meminta janji,
hanya satu kalimat pasti,
satu jawaban untuk dunia
saat mereka bertanya,
“kalian ini apa?”
Namun kau lebih akrab dengan sunyi.
Aku mengetik harapan,
kau membacanya tanpa jawaban.
Centang dua itu berubah biru,
tapi tak pernah menjadi kepastian.
Aku menunggu di antara kemungkinan,
sementara kau tak pernah memilih arah.
Dan perlahan aku mengerti,
tidak semua harap ditakdirkan sampai.
Mungkin pertanyaanku memang salah.
Bukan “kita ini apa?”
Melainkan,
“mengapa hanya aku yang merasa kita ada?”
26 Februari 2026