Debu di sudut ruang
Karya: Jefan AbdullahDulu namamu sering disebut,
hadirmu selalu ditunggu dan dirindukan.
Kini waktu berjalan membawa perubahan,
jejak langkahmu mulai tak terlihat lagi.
Seperti benda tua yang tersimpan rapi,
lalu tertutup debu di sudut ruang sunyi.
Tak ada lagi tanya kabar, tak ada lagi sapa,
semua kenangan perlahan menghilang.
Bukan karena tak berharga atau hilang arti,
hanya karena hidup terus berjalan,
dan sayangnya, kita sering kali menjadi
bagian dari cerita yang dilupakan masa.
Ambon, 5 juni 2026