Pertemuan Tanpa Janji
Karya: KIREINA ARYANI ARSYA WIJAYANamamu sudah lebih dahulu terucap sebelum kisah dimulai,
sering disebut dalam obrolan yang tidak ditujukan untukku.
Aku hanya mendengarkan, kemudian membiarkannya berlalu begitu saja.
Sampai suatu sore, di kantin universitas,
sebuah tatapan singkat itu memunculkan pertanyaan.
Sejak momen itu, langkah-langkah yang tidak terduga
sering membawa kita bertemu di lokasi yang berbeda.
Di galeri, kedai kopi, rapat, dan seminar,
aku mengenalmu melalui jarak dan kesempatan.
Aku mengagumi cara bicaramu yang tenang,
menjawab dengan santun, dan menghormati orang lain.
Mungkin semua ini hanyalah serangkaian kejadian biasa.
Namun bagiku, setiap pertemuan memberikan pelajaran:
mengagumi tidak selalu berarti memiliki,
kadang cukup menyimpan perasaan itu dengan baik di dalam hati.
Purwokerto, 6 Juni 2026