Bernyawa Di Tengah Pusara
Karya: Laora Wasfa DillurahmaBulan mengubah cahaya
Telaga dangkal penjerat nyawa
Mentari menari di atas kepala
Awan tiba membawa berita
Asa menyanjung membelai dara
Menatap kami seolah bukti
Membisik percaya yang abadi
Namun mati di tengah janji
Lambat Laun katanya pasti
Jalan saja belum jadi
Ah, barangkali tuli
Buta arti, terbungkam sudah bukti
Dicuci lewat panji
Direkam bagai suci
Disaksikan banyak pengkaji
Oh, bodoh sekali.
Memotong udara yang merdeka
Merayap masuk merusak jati
Tinggal berdiri di sanggar seni
Tontonan awan yang menanti
Korban di salah tindaki
Fakta ditendang ocehan
Lenyap yang katanya jaya
Jajahan diri, langsung ditembaki
Hahaha, menangis senyap tawa itu
Ketar-ketir terbakar
Mampu jatuh tanpa berdiri
Ironisnya harap tak jadi.
Kami menunggu di ujung tanduk
Dorongan terakhir menuju amuk
Masa emas penuh lembut itu
Bagaikan dongeng bocah dungu.
Bengkulu, 23 Juni 2026