Cinta Bersanding Luka
Karya: Lili Kristi MisilanAku beri bunga, dijaga namun dibiarkan mati.
Hanya tersisa rasa yang kian hilang dalam kenangan waktu, biar luka menjadi aku dan bahagia menjadi kamu.
Mati bersama waktu aku bagai bangkai yang tak berbau, menjadi lara menyayat hati. Aku mencintaimu dengan luka, aku bertahan dengan angan, dan aku menunggu dengan senyum memudar.
Kubiarkan luka ini mati, agar dia tak pernah tumbuh. Bukan untuk mati, tapi berhenti. Metafora cinta adalah bahagia itu terdengar manis. Cinta itu bisu, bisa berbicara namun selalu salah kata.
Cinta digambarkan sebagai sempurna dan bahagia, namun menurut kenyataan cinta adalah ilusi angan manusia.
Ia bagai angin mencari arah, mencari arti ingin diakui. Itulah cinta hanya penyampai ketika terluka, menutup nyata terlihat fana.
Maka biarkan cinta itu bersama dengan waktu. Hilang dari hidupku. Tidak akan kucari luka, yang kubiarkan pergi.
Banggai Kepulauan, 4 Juni 2026