Ritme Dikerah Yang Menguning
Karya: Muhammad Faiz Arta ParmadaGemuruh rintik hujan
Membawa teduh masa masa silam
Terbitnya kuning
Membuai cerita indah di akhir malam
Bayangkan, terenyuh nya jiwa, hilangnya gundah, lunturnya lara, dan lenyapnya kesedihan
Betapa kekalnya ikatan kita
Membelah gunung, yang mencoba menghalangi
Memecah lautan, yang menderu deru memisah jarak diantara kita
Tapi wahai saudara saudaraku, kemanakah seragam yang telah menjadi saksi bisu??
Sementara, hujan waktu telah melunturkan kita dan kuning telah menambah usia kita
Kini, sajak sajak kebahagiaan telah hilang ditelan oleh angka angka kedewasaan
Seragam di bangku pojok itu
kini menguning
Cerita di balik papan tulis usang
kini telah usai
Kekal lah wahai sahabatku
Abadi lah selamanya di ritme kerah yang menguning.
Pati, 3 Juni 2026