Muhammad Hilbram Syaddam - Arsip Kata-Kata Mati (LCP 47)

📅 30 Juni 👁 Memuat...

Arsip Kata-Kata Mati

Karya: Muhammad Hilbram Syaddam


Di antara gigi-gigi yang rapat,
‎terdapat pemakaman massal bagi kata-kata.
‎Kita mengubur harapan di sana,
‎tanpa nisan, tanpa doa,
‎hanya tumpukan debu yang disebut "nanti".

‎Kau duduk di sana,
‎sepatutnya menjadi jawaban atas segala tanya,
‎namun kau memilih menjadi teka-teki
‎yang tak pernah ingin kupahami.

‎Seperti pintu raksasa yang menjulang tinggi,
‎ia tampak terbuka lebar,
‎namun kakiku terlalu berat untuk melangkah,
‎atau mungkin, ruang di baliknya sudah lama kosong.

‎Harapan yang tak tersampaikan bukanlah tragedi,
‎ia hanyalah bukti bahwa kita masih hidup
‎di dunia yang terlalu bising untuk mendengar bisikan jiwa.

‎Biarkan ia mati di ujung lidah.
‎Karena realita paling pahit bukan pada penolakan,
‎melainkan pada kesadaran bahwa
‎beberapa hal memang ditakdirkan
‎untuk tetap menjadi asing,
‎meski telah kita kenal seumur hidup.


Kuala Tungkal, 29 Juni 2026)