surat yang tak tersampaikan
Karya: NAYLA QONITAAda begitu banyak hal yang ingin kusampaikan,
namun semuanya tinggal menjadi bisu
di antara detak jantung dan air mata
yang tak pernah kau tahu.
Aku menunggumu dalam diam,
seperti senja yang setia menunggu malam,
meski tahu gelap akan datang
tanpa pernah membawa namamu pulang.
Harapku tumbuh terlalu besar,
hingga tak lagi muat kusimpan sendiri.
Tapi setiap kali ingin kuucapkan,
aku kalah oleh takut
kehilanganmu bahkan sebelum memilikimu.
Kau berjalan semakin jauh,
sedangkan aku masih berdiri
di tempat yang sama,
menjaga perasaan yang bahkan
tak pernah sempat kau dengar.
Yang paling menyakitkan bukanlah perpisahan,
melainkan ketika seseorang pergi
tanpa pernah tahu
bahwa ada hati yang diam-diam
menjadikannya tujuan dari setiap doa.
Kini yang tersisa hanyalah kata-kata
yang tak pernah sampai ke telingamu,
dan harap yang perlahan mati
di dalam dada pemiliknya.
Aku melepaskanmu,
bukan karena perasaan ini hilang,
melainkan karena aku lelah berharap
pada sesuatu yang sejak awal
tak pernah memiliki kesempatan untuk hidup.
jawa Barat, 24 Juni 2026