Putri Anggraeni - Delirium Raras Jati (LCP 47)

📅 26 يونيو 👁 Memuat...

Delirium Raras Jati

Karya: Putri Anggraeni


Aroma cengkeh dan leumat pustaka,
merantai raga di temaram lontar.
Mengadili Don Juan yang lekat dosa,
menukar sauh dengan riak yang hambar.

Di gubuk rawa beraroma kunyit,
jemari tabah si gadis membasuh baret sial.
Saat dhistrik mengutuk Don Juan yang berpenyakit,
hanya lentera itu yang lenggang terjaga.

Namun maskulinitas adalah racun saraf,
ia terbuai cermin perak pesisir.
Gadis muara dibuang tanpa maaf,
demi takhta semu yang hampir mengering.

Sebelas bulan pasungan mengunyah egonya,
ia meraba ranah yang kian asing.
Mencari seraut fragmen yang raib jiwanya,
membawa sebongkah sesal yang membatu batin.

“Kau terlambat dua musim hujan,”
desau angin muara berbisik parau.
Jasad ringkih itu telah dihanyutkan,
dibuang ke laut tanpa kain kafan.

Harap bersimpuh kini telah karam,
menjadi bab hilang yang gagal disalin.
Di ujung dermaga Ranapura yang kelam,
ombak hitam mengunci mati penyesalan batin.


Bandung, 24 Juni 2026