Rafidz Pratama Ranggaditya - Bayang yang terlupakan (LCP 46)

📅 05 Juni 👁 Memuat...

Bayang yang terlupakan

Karya: Rafidz Pratama Ranggaditya


Di lorong waktu yang senyap,
Kenangan berjalan tanpa suara,
seperti pasir yang luruh pelan dari genggaman.
Rumah tua di kampung itu masih berdiri,
namun pintunya tertutup rapat oleh debu.
Wajah-wajah yang dulu tertawa bersama,
kini hanya menjadi kabut tipis di pagi hari.

Angin berhembus membawa aroma masa lalu,
namun tak ada yang lagi mengenali jejak langkah.
Bunga melati di pekarangan kering tanpa air,
terlupakan oleh musim yang terus berganti.
Hati ini kadang merindukan kehangatan lama,
tapi ingatan telah memilih untuk pergi,
meninggalkan ruang kosong yang sunyi.

Seperti buku lama di rak yang tak tersentuh,
halaman-halaman kuning penuh cerita,
namun tak ada lagi yang membuka dan membaca.
Terlupakan bukan berarti hilang selamanya,
hanya tertidur dalam pelukan diam abadi,
menunggu mungkin suatu saat,
secercah cahaya mengingatkan kembali.


Sumedang, 4 Juni 2026