JEJAK YANG TERSISA
Karya : Raga Bhirawa SDi antara deru waktu yang berlari
Kenangan menjadi debu tipis
Tercecer di sudut-sudut
Tak ada yang mengingat...
Kita pernah berlari mencari jawaban
Tapi kaki menjadi lelah
Mata menjadi berat hanya menatap langit kelabu
Di mana nama-nama tertulis dengan tinta pudar
Siapa yang mengingat?
Perajut mimpi yang patah
Rindu menjadi bisu
Berbisik pada diri sendiri
Di kamar kosong yang menggema.
Hari ini menjadi sejarah
Dan besok adalah kabut
Lalu semua terlupakan bagai jejak di pantai
Dibasuh gelombang tanpa jejak
Namun ada yang tetap tersimpan
Di sudut hati yang terkunci
Kecuali oleh ingatan yang membukakan
Terlupakan bukanlah kematian
Hanyalah tidur yang panjang
Suatu hari ketika seorang mengingat jiwa akan terjaga lagi
Biarkan aku menjadi angin yang tak pernah dilupakan
Membawa pesan ke setiap sudut ruang
Agar namamu takkan musnah
Ponorogo, 5 juni 2026