Reza Azmah Fadhilah - Harapan Di Atas Bayangan Yang Kelabu (LCP 47)

📅 30 يونيو 👁 Memuat...

Harapan Di Atas Bayangan Yang Kelabu

Karya: Reza Azmah Fadhilah


Engkau adalah temanku dalam rahim ibu,
paras kita mirip, tapi dunia kita tak sama,
rasa laraku, ada larangan juga,
saat badai menerjang, bayanganmu jadi rasa kuatku.

Di banyaknya tragedi dan trauma yang kulalui,
Tuhan tahu kaulah pondasi inti dari rasa kuatku,
di atas cemas dan gelisah menghadapi dunia,
suatu waktu kita pernah berdiri bersama.

17 tahun kau telah mewarnai hidupku dengan duka,
pernah aku bangun jembatan megah tanpamu,
tapi selalu rubuh,rubuh, dan rubuh,
oleh hembusan napas yang keruh.

Kata-kata berlompatan dari batang pohon,
atau menciptakan dunia yang lebih buruk, dari memegang bara,
tidak ada rindu di ruang tamu,
daun-daun menulis dalam kesunyian.

Tangisku pecah tiap mengingat tragedi yang memisahkan kita,
di ujung waktu kala itu,
tersamar bias dirimu di pikiranku,
tertata rapi dalam benakku.

Bak ombak menghempas pantai,
sempurna menusuk relung hati,
namun tak kutemui dasar rinduku,
rindu yang selalu ku titipkan bersamaan dengan doa.

Hai kau pemilik rinduku,
hidup adalah misteri,
saat kehilanganmu, yang parasnya mirip denganku,
bahwa hidup juga tentang memberi makna.

Kesedihan salalu berteman denganku,
aku kehilangan warna indah dalam diriku,
saat tujuan tak dapat ku ukir,
ke mana aku harus berlayar, jika engkau tak ikut.

Seperti bangunan yang terhempas angin badai,
saat dunia tak mempedulikan aku,
yang rapuh dan keropoh,
berteman dengan air tangis, beralasan kaki tanah,

Wahai sahabat perjuangan,
memelukmu adalah kenyamananku,
di atas badai yang menerjang ku,
namun itu hanyalah bayangan semu.

Dan lahirnya Bangkara
hingga tenggelamnya di hutan lepas,
aku masih sangat ingat,
tersamar biasmu dipikirinku.


Pariaman,29 Juni 2026