Langit Menjahit harapku
Karya: Ryzza FebryKutatap cakrawala sembari merajut doa dalam hening. Setiap helaan napas mengusung harapan yang rapuh, namun tetap berpendar di relung jiwa sepanjang malam yang lengang senantiasa.
Kubiarkan waktu mengalun perlahan, menguji sabar dan iman. Meski jawaban belum menyapa, keyakinanku berakar laksana pepohonan memeluk bumi tanpa jemu, saban hari setia menanti.
Embun bening dari pelupuk menjadi saksi penantian. Kusimpan asa dalam sujud panjang, hingga fajar mengusap lara dengan lembut, menghadirkan damai yang kembali bersemayam di hati.
Ternyata langit menjahit harapku dengan benang kasih abadi. Gerbang yang tertutup merekah, menghadirkan senyum baru serta langkah penuh berkah bagi jiwaku, selamanya tetap bercahaya.
Kini kupahami setiap doa memiliki musim mekarnya sendiri. Syukur mengalir memenuhi relung jiwa, sebab jawaban terindah senantiasa berlabuh ketika hati telah siap menyambut setiap anugerah dengan ikhlas.
Tanjung padang, 30 juni 2026