Aku, biru, dan langit
Karya: Zahrotus maysita yakhumairahAku hanya debu kecil tak berguna, yang diberi jiwa.
Yang dipinta untuk mengerti dan menerima segala adanya.
Dikala rasa bingung menyelimuti.
Aku membisu, sudah lelah tak sanggup mengutarakan isi hati.
Berusaha menutup telinga saat dunia terasa riuh dan berisik.
Diantara isi kepala yang selalu mengusik.
Lalu, ditengah kekalutan itu, aku melihat biru dan langit.
Biru yang bersedia memeluk atma yang rapuh.
Hadir untuk melengkapi, memberi akasa untuk bermimpi.
Menemani setiap langkah tanpa pamrih.
Pandanganku tertuju kagum pada cakrawala yang fana.
Luas, kokoh, indah tak bersyarat.
Rona yang silih berganti, hirap tanpa Iswara.
Tatkala bagaskara membelai buana, hingga pamit menyisakan senja.
Tampaknya Tuhan melukisnya dengan tersenyum, seakan memberikan pesan tersirat.
Menciptakan harsa didalam sanubari, menghibur atma yang nestapa.
Mengisyaratkan bahwa, semua yang hadir juga akan sirna.
Segala yang ada didunia ini hanyalah fana, dan semesta ini berjalan atas kehendak-Nya.
Kepanjen, 2 Juni 2026