KESUNYIAN YANG SEMU
Karya: Zukhriatul HafizaDahulu, akulah cahaya di matamu,
Segala langkah ku, kau ikuti penuh rindu,
Setiap tawa dan tangis ku kau ingat,
Berkata, aku adalah anugerah terindah yang pernah kau dapat.
Dulu kau rumah tempat ku pulang,
Dulu aku alasan kau tersenyum riang,
Tak ada yang lebih berharga daripada kehadiran ku,
Kau curahkan kasih sayang mu hanya untukku.
Namun waktu berputar membawa perubahan,
Datang manusia kecil, mengganti posisi kesayangan,
Kau alihkan seluruh kasih dan sayang mu,
Dan membiarkan ku sendiri dalam kesunyian yang semu.
Kini aku hanya bayang yang tak berharga,
Aku ada, namun kau anggap tiada,
Tangisku tak lagi kau hibur,
kau biarkan cerita ku terkubur.
Tak lagi ditemani di kala sepi,
Tak lagi dimengerti di kala sakit hati,
Setiap pinta dan rinduku kau anggap beban,
Bagi mu, aku bagai debu yang hinggap di dedaunan.
Kau sibuk menata dunia untuk nya,
Lupa bahwa aku sama dengan nya,
Aku anak mu, darah daging mu,
Mengapa kau hapus diriku dalam hidup mu.
Dahulu aku segalanya, kini aku bukan siapa siapa,
Hanya sisa rasa yang kau tinggalkan begitu saja,
Kau berkata kasih mu takkan hilang,
Nyatanya aku hanya singgahan sebelum ia datang.
Tangerah selatan, 2 juni 2026