Abdul Hamid Ramadhan - Rumah yang Tak Sempat Kutunjukkan (LCP 47)

📅 13 Juli 👁 Memuat...

Rumah yang Tak Sempat Kutunjukkan

Karya: Abdul Hamid Ramadhan


Aku pernah berjanji
mewujudkan suatu mimpi
untuk Ibu yang kusayangi
pada suatu hari nanti.

Ingin memberikan sesuatu yang berarti,
yang belum bisa kumiliki
hingga saat ini.

Kupungut sedikit demi sedikit
hari yang melelahkan,
kutitipkan upah pada harapan,
agar kelak tak ada lagi
alamat yang terus terganti.

Diam-diam,
aku membangun sebuah rumah
di dalam kepalaku,
dengan harapan akan terbukti olehku

dengan jendela menghadap matahari pagi,
agar cahaya menjadi tamu pertama
yang menyapa rumah kami,
sebelum hari membuka ceritanya.

Aku juga menyimpan
sepasang langkah lain
yang ingin kulihat berjalan
menuju tanah yang sejak lama
dipanggilnya dalam doa.

Belakangan baru kutahu,
di sudut lemari
ada kaleng kecil
yang tak pernah benar-benar penuh.

Setiap keping yang jatuh ke dalamnya
selalu lebih dulu dipanggil
oleh beras, minyak,
dan hari esok yang harus tetap hidup.

Rupanya,
kami sedang menabung
untuk mimpi yang berbeda,
tanpa pernah saling bercerita.

Lalu suatu pagi,

tak ada yang berubah
pada denah rumah itu.
Kaleng kecil itu pun
masih berada di tempatnya.

Yang berubah hanyalah
tak ada lagi tangan
yang diam-diam menyisihkan receh
ke dalamnya.

Kini,
setiap kali kubuka kembali
gulungan kertas itu,
aku tak lagi menghitung
berapa bata yang kubutuhkan,
melainkan berapa banyak harap
yang tertinggal
di antara garis-garisnya.



pariaman 13 juli 2026