Doa Sunyi Di Ujung Senja
Karya: Alif AdityaDi ujung jemari yang mendadak kelu,
ada sebaris kalimat yang tak pernah sampai kepadamu.
Ia membatu, menjelma rahasia paling bising
yang sengaja kukubur di bawah riuh langkah orang-orang,
menyerah pada keadaan yang tak berpihak.
Aku merawat segenggam harap yang tak punya keberanian untuk terbang.
Kehadiranmu sedekat bayangan di kala siang,
namun menyentuh hatimu terasa sejauh jarak bintang.
Maka kubiarkan rindu ini tumbuh sembunyi-sembunyi,
menjadi detak paling sunyi di antara sela doaku.
Sebab aku tahu, beberapa perasaan di dunia ini
ditakdirkan hanya untuk disimpan sendiri,
bukan untuk diungkapkan, apalagi dipaksakan menetap.
Aku melepasmu pada takdir yang melambaikan tangan,
bersama seluruh harap yang gugur sebelum sempat tersampaikan.
Jambi, 19 Juli 2026