Lorong yang Mengurai Ikatan Darah
Karya: Anggia Rahma Putri
Lorong membawa bayangan yang terikat,
sedangkan langkah menggumamkan jarak yang dekat.
Aku masih melihat ragamu, Ayah,
namun tak lagi menemukan kehadiranmu.
Kita duduk di meja makan yang sama,
tetapi jiwamu mengembara ke tempat yang buta.
Bayanganmu berdiri di ujung lorong,
lorong yang menelan beribu aksara,
mengurai ikatan darah.
Kembalilah, Ayah.
Lorong itu gelap.
Kembalilah,
jalan yang kau pilih salah.
Namun kau terjebak
dalam ruang penuh kartu,
mempertaruhkan rumah
dan menghabiskan arah.
Harapku membeku,
menjadi jerit di tenggorokan
anak perempuanmu.
Angin berbisik,
rembulan tetap bercahaya,
namun kau memilih menutup mata.
Kini aku menjaga pintu lorongmu,
menanti kartu-kartu berhenti mengepungmu,
sementara harapku terus mengetuk
pada pintu yang tak lagi kau buka.
Bandung, 20 juli 2026
Anggia Rahma Putri - Lorong yang Mengurai Ikatan Darah (LCP 47)
📅 21 Juli
👁 Memuat...