Pelabuhan Tanpa Dermaga
Karya: Anisa as syifaDi tepi pantai ini, aku masih berdiri mematung. Angin laut yang dingin berbisik, membawa aroma garam yang bercampur dengan sisa-sisa kenangan kita. Mataku tak henti memindai cakrawala, mencari siluet kapal yang seharusnya membawamu pulang, namun yang kutemukan hanyalah hamparan air luas yang angkuh dan sunyi.
Dulu, kau berjanji akan kembali saat musim berganti. Namun, ombak besar itu datang seperti pencuri, menelan tawa kita dan merenggutmu ke dalam pelukan samudra yang kelam. Aku tetap di sini, mengirimkan doa lewat buih-buih yang pecah di kakiku. Harapku mungkin kini hanya menjadi fosil di dasar laut, tak tersampaikan dan perlahan membusuk dimakan waktu. Meski dunia mulai melupakamu, hatiku masih setia menunggu di pelabuhan yang hancur ini, berharap suatu saat nanti, gelombang pasang akan berbaik hati mengembalikanmu ke pelukanku yang kosong.
Jakarata, 3 juli 2026