Saat Harap Memilih Diam
Karya: AnisaAku pernah menitipkan harap
pada langit yang begitu luas.
Kupikir setiap doa
akan menemukan jalan pulang.
Namun waktu hanya diam,
tak memberi kabar,
tak mengirim jawaban,
bahkan sekadar isyarat.
Aku menunggu
di antara pagi yang datang
dan senja yang perlahan menghilang.
Hari berganti,
tetapi harap itu tetap menggantung
seperti awan yang enggan menurunkan hujan.
Barangkali,
tidak semua harapan diciptakan
untuk menjadi kenyataan.
Ada yang hadir
hanya agar kita belajar menerima,
bahwa kehilangan pun
adalah bagian dari kehidupan.
Kini aku tak lagi memaksa semesta.
Aku memilih berjalan,
meski langkah ini masih membawa rindu
pada jawaban yang tak pernah tiba.
Jika suatu hari harap itu benar-benar hilang,
biarlah ia menjadi kenangan
yang mengajarkanku satu hal:
bahwa hati yang pernah berharap
akan selalu menemukan kekuatan
untuk kembali percaya,
meski pernah dibiarkan menunggu
oleh harap yang tak terjawab.
Dan aku percaya,
setiap luka akan perlahan berubah menjadi cahaya
yang menguatkan langkahku kelak.
Bogor, 18 Juli 2026