Yang Kutitipkan pada Sepertiga Malam
Karya: Anissa Nur HasanahDi sepertiga malam yang tak pernah meminta ramai,
Aku datang membawa doa yang masih sama.
Kubiarkan dahiku lama menyentuh sajadah,
Seolah bumi lebih paham daripada kata-kata.
Aku pernah menghitung berapa kali mengucap amin,
Seakan hitungan mampu mempercepat jawaban.
Namun fajar selalu tiba dengan wajah yang sama,
Meninggalkan harap tetap duduk di tempatnya.
Ada hari ketika aku memilih diam,
Bukan karena berhenti meminta,
Melainkan lelah menebak
Mengapa waktu terasa begitu panjang.
Lalu tanpa kusadari,
Yang berubah bukan takdir yang kutunggu,
Melainkan cara hatiku memandangnya.
Aku tak lagi mengejar esok
Dengan tangan yang gemetar oleh kecewa.
Barangkali memang begini cara doa menemukan jawabannya.
Ia tidak selalu datang
Sebagai kabar yang menggembirakan,
Kadang ia hadir perlahan,
Menjelma hati yang tetap percaya,
Meski kenyataan belum berubah.
Jakarta, 6 Juli 2026